
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh saat melakukan pemeriksaan mendadak (sidak) ke SMA Negeri 70 Jakarta (13/04). Dalam peninjauan dilakukan guna memastikan hak anak untuk ikut UN dan menjamin kerahasiaan Ujian Nasional untuk peserta didik tingkat Sekolah Menengah Atas dan sederajat. TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan Ujian Nasional (UN) tahun ini lebih maju dibanding ujian periode sebelumnya. (Baca: Pemkot Bekasi Janjikan Hadiah Bagi Lulusan UN)
Sebab, hasil ujian tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk masuk ke universitas melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). "Ini kemajuan yang luar biasa," katanya, saat melakukan inspeksi mendadak pelaksanaan Ujian Nasional di SMA Negeri 112 Jakarta, Senin, 14 April 2014.
Nuh mengatakan perguruan tinggi juga ikut membuat naskah soal ujian tersebut. Ia menginginkan kepercayaan univesitas untuk menerima hasil ujian ini bisa dijaga sehingga kerja sama akan berkelanjutan. "Kami jaga supaya pelaksanaan ujiannya jujur," katanya. (Baca juga: Cerita tentang Jokowi di Soal Ujian Nasional)
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pengembangan dan Penelitian Kementerian Pendidikan Furqon mengatakan selain hasil ujian, perguruan tinggi juga mensyaratkan nilai rapor dan prestasi akademik lain untuk masuk lewat jalur SNMPTN ini. Menurut dia, jatah mahasiswa yang diterima melalui gelombang itu minimal 50 persen dari kuota jumlah mahasiswa baru yang masuk.
Selain jalur tersebut, ada pintu masuk lain untuk diterima di universitas negeri, yakni Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang berdasarkan hasil tes tertulis serta keterampilan, dan jalur mandiri yang diserahkan sepenuhnya ke setiap perguruan tinggi negeri.
This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.
No comments:
Post a Comment